| a. |
membiayai defisit Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara; |
| |
Penjelasan:
Jika suatu saat APBN mengalami defisit, maka salah satu
sumber pembiayaannya adalah penerbitan Surat Utang
Negara. Pilihan atas Surat Utang Negara sebagai sumber
dari berbagai sumber pembiayaan lainnya harus didasarkan
atas perhitungan yang cermat yang dapat meminimalkan
biaya utang pada anggaran negara. |
| b. |
menutup kekurangan kas jangka pendek
akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan
pengeluaran dari Rekening Kas Negara dalam satu tahun
anggaran; |
| |
Penjelasan:
Agar kegiatan-kegiatan dan/atau proyek yang telah
ditetapkan di dalam APBN tidak mengalami hambatan,
penerbitan Surat Utang Negara berjangka pendek (Surat
Perbendaharaan Negara) digunakan untuk menutup
kekurangan kas tersebut. Apabila penerimaan yang
direncanakan tersebut terealisasi, dananya digunakan
untuk menebus kembali Surat Perbenda-haraan Negara
tersebut. |
| c. |
mengelola portofolio utang negara. |
| |
Penjelasan:
Manajemen portofolio utang negara bertujuan untuk
meminimalkan biaya bunga utang pada tingkat risiko yang
dapat ditoleransi. Untuk itu, portofolio utang negara
terutama portofolio Surat Utang Negara harus dilakukan
secara efisien berdasarkan praktek-praktek yang berlaku
umum di berbagai negara. Manajemen portofolio dimaksud
meliputi penerbitan, pembelian kembali sebelum jatuh
tempo (buyback), dan pertukaran (bond swap) sebagian
Surat Utang Negara yang beredar. |