|
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA |
| TENTANG |
| SURAT UTANG NEGARA |
|
BAB V PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA |
| Pasal 9 |
| 1. |
Pengelolaan Surat Utang Negara diselenggarakan oleh Menteri. |
||||||||||||||
| 2. |
Pengelolaan Surat Utang Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sekurang-kurangnya meliputi: |
||||||||||||||
|
| Pasal 10 |
| 1. |
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan pengelolaan Surat Utang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Menteri membuka rekening yang merupakan bagian dari Rekening Kas Negara. |
|
Penjelasan: |
|
| 2. |
Tata cara pembukaan dan pengelolaan rekening sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh Menteri. |
|
Penjelasan: |
| Pasal 11 |
|
Setiap Surat Utang Negara mencantumkan sekurangkurangnya: |
| a. |
nilai nominal, |
| b. |
tanggal jatuh tempo, |
| c. |
tanggal pembayaran bunga, |
|
Penjelasan: |
|
| d. |
tingkat bunga (kupon), |
|
Penjelasan: |
|
| e. |
frekuensi pembayaran bunga, |
|
Penjelasan: |
|
| f. |
cara perhitungan pembayaran bunga, |
|
Penjelasan: |
|
| g. |
ketentuan tentang hak untuk membeli kembali Surat Utang Negara sebelum jatuh tempo, |
| h. |
ketentuan tentang pengalihan kepemilikan. |
| Pasal 12 |
| 1. |
Kegiatan penatausahaan yang mencakup pencatatan kepemilik-an, kliring dan setelmen, serta agen pembayar bunga dan pokok Surat Utang Negara dilaksanakan oleh Bank Indonesia. |
|
Penjelasan: |
|
| 2. |
Dalam menyelenggarakan kegiatan penatausahaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Bank Indonesia wajib membuat laporan pertanggungjawaban kepada Pemerintah. |
|
Penjelasan: |
| Pasal 13 |
| 1. |
Menteri menunjuk Bank Indonesia sebagai agen untuk melaksanakan lelang Surat Perbendaharaan Negara di Pasar Perdana. |
|
Penjelasan: |
|
| 2. |
Menteri dapat menunjuk Bank Indonesia sebagai agen untuk melaksanakan lelang Obligasi Negara di Pasar Perdana. |
|
Penjelasan: |
|
| 3. |
Ketentuan mengenai metode lelang, jadwal pelaksanaan lelang, kriteria peserta lelang, dan hasil akhir lelang ditetapkan oleh Menteri. |
| Pasal 14 |
|
Menteri dapat menunjuk Bank Indonesia dan/atau pihak lain sebagai agen untuk melaksanakan pembelian dan penjualan Surat Utang Negara di Pasar Sekunder. |
| Pasal 15 |
|
Pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan perdagangan Surat Utang Negara dilakukan oleh instansi pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang pasar modal. |
|
Penjelasan: |